Kunjungan Edukatif ke Museum: RA Mutiara Iman Sumur Putih Belajar Sejarah Lokal di Museum Mandhilaras Pamekasan
Sebanyak 69 anak didik bersama 6 guru pendamping dari RA Mutiara Iman Sumur Putih, Pamekasan, mengikuti kegiatan outing class ke Museum Umum Mandhilaras, Pamekasan, pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran proyek untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun karakter anak usia dini melalui Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema “Kearifan Lokal.”
Rombongan tiba di lokasi pada pukul 07.30 WIB dan disambut hangat oleh pemandu museum.
Para siswa kemudian dibagi menjadi empat kelompok untuk menelusuri berbagai ruang pamer yang ada di Museum Umum Mandhilaras, di antaranya ruang pamer manuskrip, koleksi buku-buku bacaan klasik, peralatan rumah tangga tradisional, hingga berbagai benda peninggalan era kolonial.
Salah satu guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang agar anak-anak tidak hanya mengenal sejarah melalui cerita, tetapi juga dapat melihat secara langsung berbagai benda bersejarah, khususnya yang berkaitan dengan sejarah lokal Madura.
"Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang nyata. Dengan melihat langsung benda-benda bersejarah, mereka bisa lebih mengenal dan menghargai warisan budaya daerahnya," ujarnya.
Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian anak didik adalah manuskrip bertuliskan aksara Jawa dengan ejaan bahasa Jawa kuno atau Kawi. Selama ini mereka hanya mengenal tulisan berupa huruf abjad, sehingga ketika melihat aksara Jawa, sebagian anak menganggap bentuknya seperti gambar-gambar unik yang belum mereka pahami maknanya.
Kesan mendalam juga disampaikan oleh salah satu guru pendamping. Menurutnya, awalnya museum sering dianggap sebagai tempat yang membosankan. Namun setelah mendengarkan penjelasan dari pemandu museum bahwa aksara Jawa tersebut pernah digunakan oleh para ulama Madura dalam menyebarkan agama Islam, khususnya di Pamekasan, muncul rasa kagum dan haru atas perjuangan para pendahulu dalam mempelajari serta mewariskan ilmu melalui tulisan-tulisan kuno tersebut.
Kegiatan edukatif ini diakhiri dengan sesi refleksi bersama anak didik yang dipandu oleh pemandu museum, dilanjutkan dengan foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan dari pengalaman belajar yang berharga tersebut.
Sukron. S2, 2026-05-12 14:30:29
Mantul, kami sbg guru mndukung penuh pelayanan sprti ini, smoga Guidenya lbh baik dn jd profesional
Reply